Rabu, 16 Februari 2022

Kades Pasapa Curhat Ke Sekda : Akses Jalan Desa Yang Belum Memadai Hingga Soal Kesehatan

 

Desa Pasapa merupakan salah satu desa terjauh yang ada di Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah.

Meski demikian, Desa Pasapa menjadi salah satu lumbung padi di Kabupaten Mamuju Tengah, dengan luas lahan pertanian 600 hektar are.

Momentum panen raya padi yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju Tengah digunakan oleh Kepala Desa Pasapa untuk menyampaikan keluh kesahnya ke Sekda Mamuju Tengah, H. Askary Anwar saat mewakili Bupati Mateng menghadiri Panen raya padi di Desa Pasapa, Kamis (17/2/2022).

Dihadapan Sekda Mateng, Kepala Desa Pasapa, Yakub menyampaikan beberapa kendala di Desa Pasapa seperti jalan desa yang rusak berat. Karena kondisi jalan desa yang rusak berat maka berpengaruh dengan harga jual hasil pertanian masyarakat.

Selain akses jalan desa, dia juga menyampaikan sarana pertanian yang belum memadai, khusus akses jalan tani yang sangat memperihatinkan. Sehingga setiap musim panen banyak masyarakat yang kelelahan bahkan sakit, karena mereka mengangkat hasil panen dari sawah secara manual (dipikul).

Lanjutnya, pemukiman warga dan areal persawahan terendam banjir akibat luapan air sungai Barakkang. Dan tahun 2021 Desa Pasapa mendapat bantuan optimasi lahan dan pembuatan tanggul sepanjang 4100 meter di Dusun Talodo dari Dinas Pertanian Provinsi Sulbar.

“Olehnya itu, kepada Dinas Pertanian Sulbar melalui bidang PSP yang tentu atas kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten kami mengucapkan banyak terimakasih. Atas bantuan itu tahun ini Dusun Talodo bisa panen padi dengan hasil yang memuaskan,” kata Yakub.

Meski demikian lanjutnya lagi, masih ada tiga dusun yang sering menjadi langganan bajir akibat luapan sungai Barakkang yaitu Dusun Kala Soppeng, Mappeppes dan Dusun Rantai Mario.

“Khusus untuk Dusun Rantai Mario, bukan hanya lahan persawahan yang digenangi luapan air sungai Barakkang, tapi pemukiman warga juga digenangi air setinggi 2 meter setiap tahun,” ujarnya.

Soal sarana kesehatan, dia juga menyampaikan bahwa belum memadai seperti mobil ambulance desa. Tahun lalu pernah ada warga yang melahirkan ditengah jalan, ada juga yang meninggal ditengah jalan. Persoalanya apa? Jalan yang rusak dan sarana pendukung yang tidak ada. Selain itu masih ada dua dusun di Desa Pasapa yang belum dialiri listrik

“Olehnya itu kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten untuk bisa mengambil kebijakan sehubungan dengan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Pasapa,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Sekda Mateng, H. Askary Anwar dalam sambutanya mewakili Bupati Mateng mennyampaikan Desa Pasapa, Bojo dan sekitarnya menjadi skala prioritas pembangunan jalan tahun selanjut.

Askary menuturkan, ada beberapa daerah yang sudah dinfentarisir yang belum memiliki akses jalan yang bagus, pertama Pasapa, Sanjango, Tobadak 8 dan daerah lain yang masih membutuhkan infrastruktur jalan.

“In Sha Allah akan menjadi skala prioritas. Ada Kepala Badan Keuangan juga hadir, tolong prioritaskan untuk Desa Pasapa,” ujar Askary.

Terkait banjir, Askary menuturkan, pemerintah sudah mapping bahwa kita daerah bencana. In Sya Allah sudah menjadi rencana strategis pemerintah.

“Terkait kesehatan, kalau tidak ada dokter yang bertugas disini (Desa Pasapa), saya akan perintahkan Kadis Kesehatan untuk menjadwalkan setiap minggu dokter ke Desa Pasapa,” pungkasnya.

0 comments:

Posting Komentar